{"id":859,"date":"2026-05-09T10:14:09","date_gmt":"2026-05-09T10:14:09","guid":{"rendered":"https:\/\/restoayamketiga.id\/artikel\/?p=859"},"modified":"2026-05-09T10:14:09","modified_gmt":"2026-05-09T10:14:09","slug":"resep-tempe-bacem-basah-enak-dan-mudah-untuk-rasa-indonesia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/restoayamketiga.id\/artikel\/resep-tempe-bacem-basah-enak-dan-mudah-untuk-rasa-indonesia\/","title":{"rendered":"Resep Tempe Bacem Basah Enak dan Mudah untuk Rasa Indonesia"},"content":{"rendered":"<h1>Resep Tempe Bacem Basah Enak dan Mudah untuk Masakan Indonesia Beraroma<\/h1>\n<p>Masakan Indonesia merupakan permadani rasa dan aroma yang semarak, cerminan dari keragaman budaya dan kekayaan sejarah Indonesia. Di antara sekian banyak kulinernya, Tempe Bacem Basah menonjol karena perpaduan unik antara rasa manis, gurih, dan sedikit tajam. Hidangan ini wajib dicoba bagi siapa pun yang ingin merasakan esensi masakan rumahan Indonesia yang sebenarnya.<\/p>\n<h2>What is Tempe Bacem Basah?<\/h2>\n<p>Tempe Bacem Basah adalah masakan tradisional Indonesia yang terbuat dari tempe, fermentasi bungkil kedelai yang bergizi dan ramah lingkungan. Kata &#8220;bacem&#8221; mengacu pada teknik memasak protein yang direbus dalam campuran air kelapa bersama bumbu aromatik dan gula aren. &#8220;Basah&#8221; artinya basah, menandakan bahwa versi ini mempertahankan konsistensi cakep.<\/p>\n<h2>Mengapa Anda Akan Menyukai Resep Ini<\/h2>\n<ul>\n<li><strong>Perpaduan Rasa<\/strong>: Menggabungkan rasa manis dan gurih dengan bumbu aromatik.<\/li>\n<li><strong>Kaya Nutrisi<\/strong>: Tempe adalah sumber protein nabati, probiotik, dan nutrisi penting.<\/li>\n<li><strong>Kesederhanaan<\/strong>: Resepnya menampilkan bahan-bahan yang mudah ditemukan dan metode memasak yang mudah.<\/li>\n<li><strong>Sentuhan Otentik<\/strong>: Rasakan cita rasa masakan rumah tradisional Indonesia.<\/li>\n<\/ul>\n<h2>Ingredients for Tempe Bacem Basah<\/h2>\n<p>Untuk menyiapkan hidangan lezat ini, Anda membutuhkan bahan-bahan berikut:<\/p>\n<ul>\n<li>300 gr tempe, potong tebal<\/li>\n<li>2 gelas air kelapa<\/li>\n<li>3 sendok makan gula palem, serut<\/li>\n<li>3 sendok makan kecap<\/li>\n<li>1 sendok teh pasta asam jawa<\/li>\n<li>2-3 lembar daun jeruk purut<\/li>\n<li>1 sendok teh garam<\/li>\n<li>1 sendok teh bubuk ketumbar<\/li>\n<li>3 siung bawang putih, cincang<\/li>\n<li>4 buah bawang merah, iris tipis<\/li>\n<li>Lengkuas 2 cm, tumbuk<\/li>\n<li>1 batang serai, memarkan<\/li>\n<li>3 lembar daun salam<\/li>\n<li>Minyak goreng untuk menggoreng<\/li>\n<\/ul>\n<h2>Petunjuk Langkah demi Langkah<\/h2>\n<h3>Langkah 1: Mempersiapkan Tempe<\/h3>\n<ol>\n<li><strong>Potong-potong Tempenya<\/strong>: Potong tempe menjadi irisan persegi panjang yang tebal. Hal ini memastikannya menyerap rasa tanpa hancur saat dimasak.<\/li>\n<li><strong>Goreng Tempe<\/strong>: Panaskan sedikit minyak dalam wajan dan goreng sebentar irisan tempe hingga kedua sisinya berwarna cokelat keemasan. Langkah ini penting untuk memberikan tekstur tempe yang bagus.<\/li>\n<\/ol>\n<h3>Langkah 2: Mempersiapkan Bumbu Bacem<\/h3>\n<ol>\n<li><strong>Basis Aromatik<\/strong>: Dalam panci besar atau wajan dalam, panaskan sedikit minyak dengan api sedang. Tumis bawang putih cincang dan irisan bawang merah hingga harum.<\/li>\n<li><strong>Tambahkan Rempah-rempah<\/strong>: Masukkan lengkuas yang sudah dihaluskan, serai yang sudah dimemarkan, daun jeruk purut, dan daun salam. Lanjutkan menumis selama satu menit lagi untuk mengeluarkan aromanya.<\/li>\n<li><strong>Menggabungkan Manisnya<\/strong>: Masukkan gula jawa hingga meleleh dan tercampur dengan bumbu penyedap, dilanjutkan dengan kecap asin dan pasta asam jawa.<\/li>\n<li><strong>Sesuaikan Bumbunya<\/strong>: Tambahkan ketumbar bubuk dan garam, aduk rata.<\/li>\n<\/ol>\n<h3>Langkah 3: Memasak Tempe<\/h3>\n<ol>\n<li><strong>Kombinasikan dengan Air Kelapa<\/strong>: Tuangkan air kelapa, aduk hingga semua bahan tercampur menjadi bumbu yang kohesif.<\/li>\n<li><strong>Rebus Tempe<\/strong>: Masukkan tempe goreng ke dalam panci. Pastikan setiap bagian terendam dalam campuran. Tutup dan masak dengan api kecil selama sekitar 30-40 menit.<\/li>\n<li><strong>Kentalkan Sausnya<\/strong>: Periksa sesekali, biarkan cairannya mengecil hingga menjadi kuah yang agak kental, menutupi setiap potongan tempe dengan rasa yang kaya.<\/li>\n<\/ol>\n<h3>Saran Penyajian<\/h3>\n<p>Tempe Bacem Basah dapat disajikan hangat bersama semangkuk nasi putih, nasi uduk, atau sebagai topping kental untuk salad segar. Hidangan ini menemani sambal (saus cabai pedas) dengan sempurna dan dapat dihias dengan daun ketumbar segar yang dicincang untuk menambah sentuhan kesegaran.<\/p>\n<h2>Manfaat Nutrisi<\/h2>\n<ul>\n<li><strong>Pembangkit Tenaga Protein<\/strong>: Tempe<\/li>\n<\/ul>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Resep Tempe Bacem Basah Enak dan Mudah untuk Masakan Indonesia Beraroma Masakan Indonesia merupakan permadani rasa dan aroma yang semarak, cerminan dari keragaman budaya dan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":861,"comment_status":"closed","ping_status":"","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[416],"class_list":["post-859","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-resep-tempe-bacem-basah"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/restoayamketiga.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/859","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/restoayamketiga.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/restoayamketiga.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/restoayamketiga.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/restoayamketiga.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=859"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/restoayamketiga.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/859\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":862,"href":"https:\/\/restoayamketiga.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/859\/revisions\/862"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/restoayamketiga.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/861"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/restoayamketiga.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=859"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/restoayamketiga.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=859"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/restoayamketiga.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=859"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}